Surabaya, www.purikratonregency.blogspot.com – Dewan Masjid Indonesia (DMI) Wilayah Provinsi Jawa Timur menggelar Seminar Optimalisasi Arsitektur, Akustik, Sarana dan Prasarana Masjid yang diikuti oleh para takmir masjid serta pengurus DMI dari berbagai kabupaten dan kota se-Jawa Timur. Kegiatan berlangsung di Gedung Sapta Taruna DPU Bina Marga Jawa Timur, Jalan Gayung Kebonsari No. 167, Gayungan, Surabaya, Sabtu (25/7/2026).
Seminar diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars DMI, dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur'an oleh Drs. Imam Basuki, yang memberikan nuansa khidmat pada pembukaan kegiatan.
Dalam sambutannya, Kepala Departemen Pengembangan Arsitektur, Akustik, Sarana dan Prasarana Masjid DMI Jawa Timur, Ir. H. Tjutjuk Sunario, M.M., menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya seminar tersebut.
Ia secara khusus mengucapkan terima kasih kepada Dinas PU Bina Marga Provinsi Jawa Timur yang telah memfasilitasi penggunaan Gedung Sapta Taruna secara gratis sebagai lokasi penyelenggaraan seminar. Selain itu, ia juga memberikan penghargaan kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras sehingga kegiatan dapat terlaksana dengan baik.
Sementara itu, Ketua DMI Provinsi Jawa Timur, Dr. KH. M. Sujak, M.Ag., dalam sambutan sekaligus membuka seminar secara resmi menjelaskan bahwa Dewan Masjid Indonesia merupakan organisasi nasional yang berdiri pada 2 Juni 1972, bahkan telah berkontribusi dalam proses pembentukan Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang berdiri pada tahun 1975.
Menurutnya, DMI memiliki tiga fungsi utama dalam membangun dan mengembangkan kemakmuran masjid.
Pertama, fungsi pembinaan, yang meliputi penguatan empat aspek utama pengelolaan masjid, yakni Idarah (kesekretariatan dan tata kelola organisasi), Imarah (memakmurkan masjid melalui berbagai kegiatan ibadah dan sosial), Tarbiyah (pendidikan dan pembinaan umat), serta Riayah (pemeliharaan dan pengembangan sarana prasarana masjid).
Ia menegaskan bahwa aspek Riayah memiliki peran yang sangat penting karena berkaitan langsung dengan kondisi fisik, kenyamanan, dan keberlanjutan fungsi masjid.
"Sekalipun Idarah, Imarah, dan Tarbiyah berjalan baik, apabila Riayah-nya kurang baik maka akan berdampak pada keseluruhan pengelolaan masjid. Karena itu seminar ini sangat penting," ujarnya.
Kedua, DMI Jawa Timur terus menyelenggarakan Lomba Masjid Award yang telah dimulai sejak tahun 2019 dengan dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Program tersebut menjadi ajang apresiasi terhadap pengelolaan masjid terbaik, dan hingga kini DMI Jawa Timur merupakan satu-satunya wilayah yang secara konsisten menyelenggarakan penghargaan tersebut.
Ketiga, melalui Halal Center, DMI Jawa Timur aktif memberikan edukasi mengenai gaya hidup halal kepada masyarakat sekaligus mendampingi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam memperoleh sertifikat halal secara gratis. Program ini menjadi bagian dari dukungan DMI terhadap kebijakan pemberlakuan kewajiban sertifikasi halal yang terus digalakkan pemerintah.
Mengakhiri sambutannya, Dr. KH. M. Sujak, M.Ag. mengucapkan selamat kepada seluruh peserta seminar dan berharap ilmu yang diperoleh dapat diterapkan untuk meningkatkan kualitas pengelolaan masjid di Jawa Timur.
"Dengan memohon ridho Alloh SWT, Seminar Optimalisasi Arsitektur, Akustik, Sarana dan Prasarana Masjid ini secara resmi saya buka dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim," ucapnya.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Miftahul Huda, seraya memohon keberkahan agar hasil seminar dapat memberikan manfaat nyata bagi kemajuan dan kemakmuran masjid-masjid di Jawa Timur.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar