Pasuruan, PURIonline — Pemerintah Provinsi Jawa Barat resmi menetapkan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) dan Upah Minimum Sektoral Kabupaten/Kota (UMSK) Tahun 2026. Penetapan tersebut ditandai dengan ditandatanganinya keputusan oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), pada Rabu, 24 Desember 2025.
Penandatanganan UMK dan UMSK 2026 ini disambut positif oleh kalangan pekerja dan buruh, setelah melalui proses panjang pembahasan antara pemerintah daerah, dewan pengupahan, asosiasi pengusaha, dan serikat pekerja. Kebijakan ini diharapkan dapat memberikan kepastian hukum bagi dunia usaha sekaligus meningkatkan kesejahteraan pekerja di seluruh wilayah Jawa Barat.
Berdasarkan keputusan tersebut, Kota Bekasi kembali menjadi daerah dengan UMK tertinggi di Jawa Barat, sementara sejumlah daerah lain menyesuaikan besaran upah sesuai dengan kondisi ekonomi dan kebutuhan hidup layak di masing-masing wilayah.
Berikut daftar UMK 2026 di seluruh kabupaten dan kota se-Jawa Barat:
Kota Bekasi: Rp5.992.931,93
Kabupaten Karawang: Rp5.886.852,34
Kabupaten Bekasi: Rp5.938.885,00
Kabupaten Purwakarta: Rp5.052.856,00
Kabupaten Subang: Rp3.737.482,00
Kota Depok: Rp5.522.662,00
Kota Bogor: Rp5.437.203,00
Kabupaten Bogor: Rp5.161.769,00
Kabupaten Sukabumi: Rp3.893.201,00
Kabupaten Cianjur: Rp3.338.359,18
Kota Sukabumi: Rp3.192.807,00
Kota Bandung: Rp4.737.678,00
Kota Cimahi: Rp4.090.568,00
Kabupaten Bandung Barat: Rp3.990.428,00
Kabupaten Sumedang: Rp3.949.855,36
Kabupaten Bandung: Rp3.972.202,00
Kabupaten Indramayu: Rp2.910.254,00
Kota Cirebon: Rp2.878.646,00
Kabupaten Cirebon: Rp2.880.797,86
Kabupaten Majalengka: Rp2.595.368,00
Kabupaten Kuningan: Rp2.369.379,27
Kota Tasikmalaya: Rp2.980.336,00
Kabupaten Tasikmalaya: Rp2.871.874,00
Kabupaten Garut: Rp2.472.227,00
Kabupaten Ciamis: Rp2.373.643,46
Kabupaten Pangandaran: Rp2.351.250,00
Kota Banjar: Rp2.361.777,09
Berikut daftar lengkap UMSK 2026 Kota/Kab. di Jawa Barat:
Dengan ditetapkannya UMK dan UMSK 2026 ini, perusahaan diharapkan segera menyesuaikan struktur pengupahan sesuai ketentuan yang berlaku. Sementara itu, pemerintah daerah diminta untuk mengawal pelaksanaan kebijakan ini agar berjalan adil dan berpihak pada peningkatan kesejahteraan pekerja tanpa mengabaikan keberlangsungan dunia usaha.
Sedangkan untuk UMK dan UMSK Jawa Timur hingga berita ini diturunkan Rabu (24/12/25) pukul 20.26 WIB masih alot dan belum disahkan, sehingga masa aksi gabungan Serikat Pekerja/Serikat Buruh masih bertahan di Surabaya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar